Aturan baru lainnya adalah kewajiban melengkapi setiap wadah MBG dengan label waktu konsumsi terbaik. Pelabelan ini bertujuan memberikan informasi yang jelas tentang batas aman konsumsi makanan, sehingga dapat meminimalkan potensi keracunan atau masalah kesehatan lainnya.
Pengawasan Berlapis dan Tujuan Program
BGN juga mendorong sekolah untuk melakukan pengawasan berlapis dengan rutin menyampaikan pengumuman kepada siswa. Pengumuman ini berisi imbauan tentang kewajiban menghabiskan MBG di area sekolah dan larangan menyimpan atau membawanya pulang.
Nanik menegaskan, kebijakan ini bukan untuk membatasi hak siswa, melainkan bentuk perlindungan dari risiko kesehatan. Program MBG sendiri merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menekan angka stunting di Indonesia.
Evaluasi dan Tindakan Tegas
Dengan aturan yang lebih ketat ini, BGN berharap sinergi antara SPPG dan sekolah dapat berjalan optimal. Evaluasi akan terus dilakukan secara berkala. Jika ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati, BGN tidak segan untuk mengambil tindakan tegas guna menjaga kualitas dan kredibilitas program MBG di seluruh tanah air.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Laporkan Roy Suryo ke Polisi: Babak Baru Mencengangkan dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polisi & TNI Akhirnya Minta Maaf! Fakta Mengejutkan di Balik Es Spons yang Viral
Whip Pink Diduga Tewaskan Lula Lahfah: BNN Ungkap Bahaya Mengerikan Gas Tertawa N2O
Nge-Whip Bisa Sebabkan Henti Jantung? Ini Fakta Mengerikan yang Harus Anda Tahu!