Terjadi keanehan dalam dinamika ini. Eggi Sudjana yang awalnya mengajak Roy Suryo sebagai tim ahli, memilih berdamai dan mendapat SP3, lalu justru melaporkan mantan sekutunya tersebut. Sementara Damai Hari Lubis terlihat ikut arus, dengan narasi yang dinilai jauh tertinggal dibandingkan Ahmad Khozinudin.
Harus diakui, ketahanan kasus dugaan ijazah ini hingga kini sangat didorong oleh konsistensi Roy Suryo dari sisi keahlian dan Ahmad Khozinudin dari sisi pembelaan hukum. Keduanya tampak tidak mudah terpengaruh atau diiming-imingi.
Dampak Strategis dan Kerugian Reputasi
Langkah Eggi dan Damai dinilai justru dapat merugikan reputasi mereka sendiri di tengah polarisasi politik saat ini. Panggung mereka berisiko menyempit dan dilupakan dengan citra negatif sebagai pihak yang "berbalik arah".
Di sisi lain, situasi pasca-SP3 dan pelaporan balik ini sangat menguntungkan pihak yang dilaporkan sebelumnya. Fokus utama kasus, yaitu klarifikasi ijazah, benar-benar teralihkan oleh drama hukum yang baru.
Namun, banyak pihak mengingatkan agar publik dan penegak hukum kembali fokus pada masalah utama. Istilah "kembali ke laptop" relevan untuk mengingatkan bahwa inti persoalan, yaitu kejelasan status ijazah, tidak boleh tenggelam oleh berbagai manuver dan interupsi di sekitarnya.
Artikel Terkait
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?
Rupiah Anjlok ke Rp17.400! Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, IHSG Ikut Merah
Bukan Bos TV! Ternyata Ini Sosok di Balik Masuknya McDonalds ke Indonesia yang Kembali Viral