Terjadi keanehan dalam dinamika ini. Eggi Sudjana yang awalnya mengajak Roy Suryo sebagai tim ahli, memilih berdamai dan mendapat SP3, lalu justru melaporkan mantan sekutunya tersebut. Sementara Damai Hari Lubis terlihat ikut arus, dengan narasi yang dinilai jauh tertinggal dibandingkan Ahmad Khozinudin.
Harus diakui, ketahanan kasus dugaan ijazah ini hingga kini sangat didorong oleh konsistensi Roy Suryo dari sisi keahlian dan Ahmad Khozinudin dari sisi pembelaan hukum. Keduanya tampak tidak mudah terpengaruh atau diiming-imingi.
Dampak Strategis dan Kerugian Reputasi
Langkah Eggi dan Damai dinilai justru dapat merugikan reputasi mereka sendiri di tengah polarisasi politik saat ini. Panggung mereka berisiko menyempit dan dilupakan dengan citra negatif sebagai pihak yang "berbalik arah".
Di sisi lain, situasi pasca-SP3 dan pelaporan balik ini sangat menguntungkan pihak yang dilaporkan sebelumnya. Fokus utama kasus, yaitu klarifikasi ijazah, benar-benar teralihkan oleh drama hukum yang baru.
Namun, banyak pihak mengingatkan agar publik dan penegak hukum kembali fokus pada masalah utama. Istilah "kembali ke laptop" relevan untuk mengingatkan bahwa inti persoalan, yaitu kejelasan status ijazah, tidak boleh tenggelam oleh berbagai manuver dan interupsi di sekitarnya.
Artikel Terkait
Helm Tertinggal di TKP: Kunci Misteri Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andri Yunus Terungkap?
Trump vs Iran: 5 Kesalahan Fatal yang Gagalkan Perang & Guncang Dunia
Muadzin Depok Meninggal Saat Sujud Tarawih, Ini Kronologi Lengkap dan Rekaman CCTV yang Viral
Viral! Dugaan Peredaran Tramadol di Depan Markas TNI AU, Ini Respons Mengejutkan yang Diberikan