Perhitungan Matang dan Menghindari Risiko
Jokowi dinilai tidak akan gegabah. Ia tidak akan "sekonyol" mendorong Gibran sebagai penantang Prabowo tanpa perhitungan yang matang, meski peluangnya ada. Jokowi akan menghitung segala kemungkinan hingga detik-detik terakhir. Itu sebabnya ia hanya menegaskan dukungan pada pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode.
Pelajaran dari Kasus Pramono Anung dan Anies Baswedan
Memang, dalam politik selalu ada kejutan. Ada kandidat yang masuk kontestasi dengan modal seadanya ternyata menang, seperti yang terjadi pada Pramono Anung melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta. Atau, kemenangan Anies Baswedan atas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub Jakarta 2012, bahkan kemenangan Jokowi sendiri saat melawan Fauzi Bowo.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa medan kontestasi politik perlu dipelajari secara mendalam. Kemenangan tidak selalu milik yang diunggulkan di awal.
Politik Kontestasi Bukan Hanya Soal Menang-Kalah
Politik kontestasi tentu tak sama persis dengan perang sesungguhnya yang hanya punya dua kemungkinan: kalah atau menang; hidup atau mati. Dalam politik, seseorang bisa ikut kontestasi bukan semata untuk menang.
Ada kalanya seseorang ikut bertarung meski sudah tahu akan kalah, karena keikutsertaan itu sendiri sudah merupakan kemenangan tersendiri. Kemenangan dalam politik bisa bermakna luas, seperti meningkatkan suara partai di legislatif atau membangun basis pendukung untuk pertarungan berikutnya.
Strategi Menghadapi Politik 2029
Terutama dalam menghadapi politik kontestasi serentak 2029 nanti, di mana syarat pencalonan lebih mudah, strategi perang ala Sun Tzu seperti yang diterapkan Jokowi mungkin tidak sepenuhnya berlaku. Arena pertarungan akan lebih dinamis dan terbuka, menawarkan berbagai bentuk "kemenangan" di luar sekadar memenangkan jabatan eksekutif.
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!