Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung kondusif. Setelah mendengar penjelasan utuh dari Presiden, seluruh ormas Islam yang hadir sepakat mendukung keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace. Dukungan juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diwakili oleh Ketua MUI, Anwar Iskandar.
Komitmen Tegas untuk Palestina dan Opsi Keluar dari BoP
Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI mendukung sepanjang organisasi itu berjuang untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Presiden Prabowo berkomitmen memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat penuh.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa jika di kemudian hari Board of Peace dinilai tidak memberikan kemaslahatan dan kebaikan bagi Palestina serta perdamaian dunia, maka seluruh negara-negara Islam yang tergabung, termasuk Indonesia, akan keluar dari organisasi tersebut. Pernyataan senada disampaikan Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang membuka peluang keluarnya Indonesia dari BoP jika kebijakannya tidak sesuai dengan prinsip dan tujuan perdamaian di Palestina.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 16 ormas Islam terkemuka, termasuk PBNU, MUI, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Islam (PERSIS), PP Muslimat NU, Wahdah Islamiyah, dan Persatuan Ummat Islam.
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!