Tiga Tuntutan Utama GP Ansor dan Banser kepada Polisi
Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, menyampaikan tiga poin tuntutan dalam aksi solidaritas tersebut:
- Dukungan penuh untuk Rida, yang merupakan kader Ansor dan Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Kecamatan Tangerang.
- Permintaan agar polisi mengungkap tuntas kasus penganiayaan pasca-tablig akbar di Masjid Nurul Islam, Tangerang. Midyani menekankan bahwa pelaku lebih dari 10 orang dan proses hukum harus berlaku adil.
- Protes terhadap penangguhan penahanan tiga tersangka selain Bahar bin Smith. Mereka menuntut semua pelaku dijebloskan kembali ke penjara dan mendukung Kapolres Metro Tangerang Kota untuk bertindak tegas tanpa ragu.
Midyani menegaskan aksi ini merupakan instruksi dari pimpinan pusat GP Ansor dan didukung penuh oleh jajaran Nahdlatul Ulama (NU).
Suasana Aksi Unjuk Rasa di Depan Polres
Aksi yang dipimpin Sekjen PP GP Ansor, Rifqi Al Mubarok, dan Midyani ini diikuti ratusan massa dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur. Massa membawa poster dan banner sambil meneriakkan yel-yel "Tangkap Bahar, jebloskan ke dalam penjara". Mereka berjalan long march dari Kawasan Pendidikan Cikokol dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Kasus penganiayaan ini terus menjadi sorotan publik, menuntut proses hukum yang transparan dan adil bagi korban.
Artikel Terkait
Viral CCTV Tambora: Pria Misterius Gendong Karung Diduga Berisi Mayat, Warga Heboh!
OTT KPK Jerat Ketua PN Depok: Detik-detik Penangkapan Malam Hari hingga Kritik Wakil Tuhan yang Serakah
Raymond Chin Bongkar Skema Epstein: Honey Trap, Pemerasan Elite Global, dan Keterkaitan Misterius Indonesia
Polisi Tendang Ban Terbakar Saat Demo Dana Desa, 5 Mahasiswa Terluka: Apa yang Sebenarnya Terjadi?