Dinamika Hubungan PAN dengan Jokowi dan Koalisi
Meski petinggi PAN pernah menyatakan bahwa Jokowi masih "bosnya" saat bersilaturahmi Idul Fitri di Solo, namun langkah politik partai mulai menunjukkan pergeseran. Pernyataan dukungan untuk Prabowo dua periode dan pengusungan Zulhas sebagai calon wakil presiden dianggap sebagai upaya menjaga jarak dari Jokowi.
Dinamika serupa juga terjadi di internal Partai Golkar. Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, dan Bahlil Lahadalia, yang juga dekat dengan Jokowi, dihadapkan pada tekanan untuk segera memastikan sikap partai. Sementara PAN dan PKB telah jelas mendukung dua periode, sikap Golkar yang masih fokus pada pemerintahan 2024-2029 dinilai dapat menimbulkan gejolak baik di internal partai maupun dalam koalisi pemerintah.
Tekanan untuk Golkar dan Masa Depan Koalisi
Prabowo Subianto diprediksi tidak akan membiarkan Golkar berada dalam keadaan ragu-ragu terlalu lama. Ketidakjelasan sikap dari partai besar seperti Golkar berpotensi menciptakan ketidakstabilan, baik dalam hubungan eksternal koalisi maupun di dalam tubuh partai itu sendiri.
Langkah PAN ini semakin memanaskan peta politik dan memperjelas pertarungan wacana suksesi kepemimpinan 2029 sejak dini. Dukungan untuk pasangan Prabowo-Zulhas menjadi penanda bahwa perebutan posisi dalam koalisi pemerintah telah dimulai.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali