Penanganan medis biasanya difokuskan pada pengangkatan penis tambahan yang terlihat dari luar, terutama jika tidak berfungsi. Namun, untuk penis internal yang tidak menimbulkan gejala, seringkali tidak dilakukan intervensi.
Potensi Gangguan Kesehatan dan Penyebab Biologis
Meski tidak terdeteksi, peneliti menduga pria tersebut mungkin mengalami beberapa gangguan fungsional, seperti:
- Infeksi saluran kemih berulang
- Disfungsi ereksi
- Masalah kesuburan
- Nyeri saat berhubungan seksual
Secara biologis, triphallia diduga terjadi akibat triplikasi genital tubercle, yaitu struktur embrionik awal yang berkembang menjadi penis. Gangguan pada ekspresi hormon dan reseptor androgen selama perkembangan janin dapat memicu kelainan morfologi ini.
Implikasi Temuan dan Pentingnya Klasifikasi Medis
Temuan ini mengindikasikan bahwa kasus penis tambahan internal mungkin lebih umum dari perkiraan, tetapi sering luput karena tidak bergejala dan hanya ditemukan secara tidak sengaja.
Para peneliti menekankan perlunya sistem klasifikasi medis yang lebih baik untuk kondisi polyphallia. Setiap kasus memiliki perbedaan klinis dan kebutuhan penanganan yang unik, sehingga pendekatan medis harus disesuaikan secara tepat.
Kasus triphallia pada pria 79 tahun ini tidak hanya menambah khazanah ilmu kedokteran tentang kelainan bawaan langka, tetapi juga menyoroti betapa kompleksnya perkembangan manusia dan adanya kondisi anatomi yang dapat tersembunyi seumur hidup.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Buka Suara: Saya Disiksa dan Dipaksa Pegang Narkoba Saat Difoto!
Prabowo Buka Rahasia Hubungan Indonesia-AS: Dari Dukungan Kemerdekaan hingga Bantuan Pangan yang Menyelamatkan
Laporan KPF Bongkar Operasi Pembungkaman Terbesar Pasca Reformasi: Apa yang Mereka Tutupi?
Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar, Viral! Ini Alasan dan Kontroversi yang Menggemparkan