Kritik terhadap MBG yang Memicu Kontroversi
Kritik awal Tiyo Ardianto terhadap program Makan Bergizi Gratis berfokus pada kekhawatiran mengenai alokasi dan penggunaan dana pendidikan. Namun, respons yang ia terima justru berubah menjadi teror digital dan pembunuhan karakter.
Modus Intimidasi yang Sistematis
Selain fitnah LGBT, Tiyo juga mengaku pernah dibuntuti oleh orang tidak dikenal di tempat umum. Ia menilai pola intimidasi ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kritis mahasiswa terkait kebijakan publik, khususnya program MBG.
Komitmen dan Dukungan dari BEM UGM
Meski mendapat tekanan, Tiyo Ardianto menyatakan komitmennya untuk tetap mengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat. Pihak BEM UGM juga menyayangkan cara-cara tidak terpuji yang digunakan untuk menyerang pribadi ketua mereka.
Artikel Terkait
Mengejutkan! Program Makan Bergizi Rp1,3 Triliun per Pekan Terancam Buang 62 Juta Porsi, CELIOS Ungkap Fakta
LPDP Dievaluasi! Benarkah Hanya Orang Kaya yang Bisa Dapat Beasiswa Ini?
Kereta Cepat Whoosh Baru Balik Modal 100 Tahun Lagi? Ini Analisis Mengejutkan Indef
Revisi UU Penyiaran: Ancaman Tersembunyi yang Bisa Hancurkan Ekonomi Digital Indonesia?