Kolom komentar video tersebut dipenuhi oleh cerita-cerita lucu dan hangat tentang toleransi. Banyak netizen berbagi pengalaman serupa, seperti anak mereka yang tantrum minta dibelikan baju koko dan peci untuk tarawih, atau ikut berpuasa tanpa sahur.
Nama Adit, sang teman yang mengajak, juga menjadi bahan pembicaraan. Dengan humor, sang ayah pemilik video bahkan menyebut Adit seperti "titisan Simon Petrus." Seorang netizen berkomentar, "Adit yang pegang pintu surga."
Momen Ramadan Core yang Mempererat Toleransi
Fenomena "Ramadan core" seperti ini sering muncul di media sosial, menunjukkan indahnya kehidupan beragama di Indonesia. Momen dimana non-Muslim turut merasakan kegembiraan bulan Ramadan, seperti ikut membagikan takjil atau menghadiri buka puasa bersama, menjadi bukti nyata kerukunan.
Kisah video viral ini bukan tentang perbedaan, melainkan tentang persahabatan, keingintahuan anak-anak, dan sikap terbuka orang tua. Ia mengingatkan kita bahwa keindahan Indonesia justru terletak pada kemampuan untuk menghormati perbedaan dengan penuh kelapangan dada.
Artikel Terkait
Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Mahasiswi Pakai Kapak, Motifnya Bikin Merinding!
Rendy Brahmantyo Bantah Keras Tuduhan Perkosa Cinta Ruhama Amelz: Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Heboh!
Sopir Toyota Calya Lawan Arah di Gunung Sahari: Panik Tak Punya SIM, Mobil Hancur Diamuk Massa
Guru Honorer Probolinggo Dibebaskan! Ini Alasan Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangkanya