Dalam percakapan yang berlangsung sekitar pukul 08.10 WIB itu, mahasiswa tersebut juga mengungkapkan momen dirinya berhadapan langsung dengan pelaku yang masih memegang kapak berdarah.
"Aku mau bela tapi, dia pakek kapak. Ntah mungkin masalah pacaran mereka. Awalnya ada suara teriak di sidang munaqosah, kirain aku kesurupan kan, terus aku tengok udah tergeletak di depan kelas, cewe itu tergeletak dilantai, cowo yang diatas, aku pikir kecelakaan kan, bnyak darahny kesana lah akuu, udah Deket banget ternyata cowo tuh megang kapak. Di todong nya kapaknya sama aku, panik lah aku kan, langsung aku cari satpam dan ambil batu," ungkapnya.
Mahasiswa itu mengaku sempat berniat melempar pelaku dengan batu, namun dicegah oleh mahasiswa lain. Ia menyayangkan tidak ada satu pun mahasiswa laki-laki yang berani maju untuk melumpuhkan pelaku.
"Ramai yang nengok tapi gaada yang mau ngebela. Aku mau lempar pakek batu, tapi banyak yg larang, yang cowo gaada berani, kalo ada 1 orang yang maju, aku pukul dia," tulisnya dengan nada frustrasi.
Motif Asmara Terungkap: Korban Disebut Tak Punya Hubungan dengan Pelaku
Informasi lain dari percakapan yang beredar juga meluruskan status hubungan antara pelaku dan korban. Beredar narasi bahwa keduanya tidak pernah berpacaran, meskipun pelaku diketahui memang sudah lama menyukai korban sejak masa KKN.
"sedikit meluruskan, mereka engga pacaran ya gais, gada hubungan apa, tapi abang ni emg udah lama suka sama kakak ni dari pas KKN, jadinya udah kaya obsessed. GAK PACARAN ANJ," tulis seorang pengguna media sosial yang mengaku mengetahui informasi dari teman korban.
Informasi lain menyebutkan bahwa sakit hati pelaku dipicu karena ia merasa di-ghosting oleh korban. Pelaku disebut-sebut mengira korban memberi harapan, padahal korban sudah memiliki kekasih.
"Kawanku di ajak nongkrong sama kawannya namanya azzah, trus azzah bawa kawannya cowok, kawannya cowok, kawan magangnya dulu, nah cowok ni satu tempat kkn sama korban (Fara) ni, trus katanya Reyhan (pelaku) ni sakit hati sama korban ni (Fara) karna di ghosting sama Fara ni, kata Reyhan (pelaku) ni farah ni baik sama dia, mungkin dia berharap sama Fara (korban) ni dikiranya Fara (korban) ni ngasih harapan, padahal farah (korban) ni udah punya cowok," tulis salah satu percakapan yang diteruskan berkali-kali.
Artikel Terkait
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau
Jokowi Tantang Roy Suryo Cs: Kita Ketemu di Pengadilan! - Ini Pesan Tegasnya
Kronologi Lengkap Penangkapan Koko Erwin: Ditembak di Kaki Saat Kabur ke Malaysia Lewat Jalur Ilegal