Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto

- Senin, 02 Maret 2026 | 12:25 WIB
Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto

Restu Soeharto dan Karir yang Melesat Bak Meteor

Setelah akhirnya mendapatkan izin dan restu dari Soeharto, karir Try Sutrisno pun melesat dengan cepat. Ia akhirnya diangkat menjadi Kasdam Udayana, sebuah posisi strategis yang mengawasi wilayah seperti Timor Timur yang saat itu masih bergolak.

Dari Bali, karir Try terus menanjak. Ia berturut-turut menduduki jabatan penting seperti Pangdam IV/Sriwijaya, Pangdam V/Jaya, hingga Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Hanya dalam waktu kurang dari 10 tahun sejak meninggalkan posisi ajudan, Try Sutrisno berhasil mencapai puncak karir militer dengan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat pada 1986, dan kemudian Panglima ABRI pada 1988.

Dari Panglima ABRI ke Wakil Presiden RI

Jabatan Panglima ABRI dipegang Try Sutrisno selama lima tahun. Kepercayaan Soeharto kepadanya tidak berhenti di dunia militer. Pada tahun 1993, Try Sutrisno terpilih dan dilantik menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, mendampingi Soeharto untuk periode 1993-1998. Kisah ini menunjukkan bagaimana kepercayaan dan bimbingan langsung dari Soeharto menjadi faktor kunci dalam perjalanan karir gemilang Try Sutrisno, dari seorang ajudan setia hingga menjadi orang nomor dua di Indonesia.

Halaman:

Komentar