Operasi Militer Gabungan AS-Israel: 30 Bom dan 200 Pesawat Tempur untuk Target Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan syahid setelah serangan udara besar-besaran. Operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel ini diklaim membutuhkan 30 bom dan melibatkan sekitar 200 pesawat tempur untuk menetralisir satu target utama.
Skala dan Nama Kode Operasi Penyerangan
Pada 28 Februari 2026, langit Teheran menjadi saksi salah satu operasi udara paling kompleks di Timur Tengah. Operasi yang dijuluki "Operation Epic Fury" oleh AS dan "Roaring Lion" oleh Israel ini dirancang sebagai decapitation strike atau serangan pemenggalan kepemimpinan. Tujuannya: melumpuhkan sistem komando dengan menghilangkan figur sentralnya.
Strategi dan Teknologi Serangan Udara
Operasi ini mengandalkan keunggulan teknologi dan strategi penindasan pertahanan udara (SEAD - Suppression of Enemy Air Defenses). Gelombang serangan pertama ditujukan untuk membebani dan menipu sistem radar serta misil anti-udara Iran, menciptakan koridor aman bagi pesawat penyerang utama.
Armada yang dikerahkan mencakup pesawat siluman generasi terbaru seperti F-35, pesawat tempur F-15 dan F-16, serta dukungan drone pengintai dan penyerang MQ-9A Reaper. Dukungan logistik juga datang dari pangkalan AS di Timur Tengah dan bahkan Inggris.
Artikel Terkait
TNI-Polri Gempur Markas KKB di Nabire, Sita 561 Amunisi & Uang Miliaran: Ini Buktinya
Dari Ajudan ke Wapres: Rahasia Karir Try Sutrisno yang Ditahan Soeharto
Proyek Ruang Perjamuan Trump Dibatalkan? Fakta Kesenjangan Hukum yang Bikin Geram!
Dino Patti Djalal Bongkar 4 Alasan Keras: Mediasi Prabowo untuk Iran-AS Mustahil Terwujud!