Berbeda dengan Gibran, Jusuf Kalla (JK) justru bertolak ke sejumlah negara ASEAN pada 25 Maret 2026 untuk menghadiri undangan dialog perdamaian. Didampingi mantan Menkumham Hamid Awaludin, kunjungan ini fokus pada upaya memperkuat stabilitas kawasan.
Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan kunjungan ini bukan ke Iran seperti rumor, tetapi murni untuk kepentingan perdamaian regional Asia Tenggara. JK dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 28 Maret 2026.
Respons Publik dan Media Sosial
Perbedaan aktivitas kedua tokoh ini memicu diskusi hangat di platform seperti Twitter dan Instagram. Publik melihat kontras menarik antara figur yang sedang beristirahat dengan yang masih aktif berkontribusi pada isu global.
Namun, analis menekankan bahwa keduanya memiliki peran dan konteks waktu yang berbeda. Hingga kini, belum ada komentar resmi dari Istana maupun tim JK mengenai perbandingan ini. Masyarakat terus memantau hasil kunjungan JK yang diharapkan memberi dampak positif bagi stabilitas ASEAN.
Artikel Terkait
Oknum Ustaz di Karawang Dihajar Massa, Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Geram!
Guru MTs Depok Tertangkap Basah di Pamulang, Diduga Tularkan HIV Lewat Cara Mengerikan Ini!
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah, Begini Kronologi Selamatnya 24 WNI
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam