"Saat ini kondisi anak saya masih demam, sedangkan banyak anak lain yang sakit muntaber," tambah Z.
Respons Pihak Berwenang
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M Fahmi, mengaku belum dapat memastikan apakah kejadian ini murni disebabkan oleh keracunan dari menu MBG. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari dinas terkait.
"Nggak tahu apakah itu bagian keracunan atau bukan. Kami masih fokus kepada keselamatan anak-anak menyangkut kesehatannya," kata Fahmi.
Imbauan dan Investigasi Berlanjut
Insiden keracunan massal ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam proses pengadaan, pengolahan, dan distribusi makanan untuk program sekolah. Investigasi mendalam masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Orang tua dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemui gejala serupa pada anak setelah mengonsumsi makanan dari program bantuan serupa.
Artikel Terkait
Jokowi Tanya Langsung ke Presiden UEA: Kapan Perang Timur Tengah Berakhir dan Harga Minyak Turun?
Ledakan di Lebanon: 3 Personel TNI UNIFIL Terluka, Dua Kritis! Ini Update Terbaru
Perawat Ini Dipecat! Aksi Joget TikTok di Ruang Operasi Saat Pasien Dibedah Bikin Heboh
Petarung MMA Piting Bule Mabuk di Bali, Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Netizen Geram!