Jokowi menegaskan bahwa ketidakpastian tersebut bahkan dirasakan oleh pihak-pihak yang berada di dalam lingkaran konflik. Ia juga menyebut sempat menghubungi seorang menteri UEA dan mendapatkan respons serupa.
"Ini yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memprediksi kapan perang selesai dan harga minyak pada harga normal lagi," jelas Jokowi.
Pertemuan dengan Dubes Iran dan Harapan Perdamaian
Sebelumnya, pada Rabu (1/4), Jokowi juga menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan penghormatan atas kedaulatan Iran dan bertukar pandangan mengenai dinamika kawasan.
"Saya menyampaikan simpati mendalam kepada rakyat Iran, serta menghormati keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasional," kata Jokowi. Ia menyampaikan harapan agar perdamaian dan stabilitas segera kembali ke Timur Tengah.
Sementara itu, Dubes Boroujerdi menyampaikan laporan kondisi lapangan terkini, termasuk berbagai serangan terhadap kawasan sipil dan infrastruktur vital di Iran, serta mengutarakan keprihatinan atas dampak kemanusiaannya.
Ketegangan di Iran memanas setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari. Iran kemudian diketahui telah meluncurkan serangan balasan terhadap Israel dan aset AS di wilayah Teluk.
Artikel Terkait
Ratusan Siswa Keracunan! Benarkah Menu Spageti Gratis di Duren Sawit Penyebabnya?
Ledakan di Lebanon: 3 Personel TNI UNIFIL Terluka, Dua Kritis! Ini Update Terbaru
Perawat Ini Dipecat! Aksi Joget TikTok di Ruang Operasi Saat Pasien Dibedah Bikin Heboh
Petarung MMA Piting Bule Mabuk di Bali, Ini Kronologi Lengkap yang Bikin Netizen Geram!