Pertamax 92 Bakal Naik? Ini Sinyal Resmi ESDM dan Penyebabnya!

- Senin, 20 April 2026 | 19:25 WIB
Pertamax 92 Bakal Naik? Ini Sinyal Resmi ESDM dan Penyebabnya!

Harga Pertamax 92 Berpotensi Naik, Menyusul Kenaikan Pertamax Turbo

Ketidakpastian harga minyak mentah dunia mulai berdampak nyata pada harga bahan bakar minyak (BBM) domestik. Setelah PT Pertamina menaikkan harga Pertamax Turbo dan Dexlite, perhatian kini tertuju pada potensi kenaikan harga Pertamax 92.

Sinyal Kenaikan Harga Pertamax 92 dari Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal bahwa fluktuasi Indonesia Crude Price (ICP) yang melambung dapat memicu penyesuaian harga tahap berikutnya untuk BBM non-subsidi RON 92 atau Pertamax. Menurut Bahlil, kenaikan harga Pertamax Turbo yang telah terjadi merupakan penyesuaian tahap pertama oleh Pertamina dalam menyikapi dinamika harga minyak dunia.

Bahlil menegaskan, penyesuaian harga berpotensi merembet ke Pertamax 92 yang saat ini dibanderol Rp12.300 per liter. Kenaikan harga di level pengecer sulit dihindari jika tren harga minyak mentah global tetap tinggi.

"Tahap berikutnya kita lihat penyesuaian. Kalau harga (minyaknya) turun, ya (Pertamax) tidak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian," ungkap Bahlil dalam jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Pemerintah Hanya Jamin Harga BBM Subsidi

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk menjamin kestabilan harga BBM non-subsidi. Jaminan harga dari pemerintah hanya berlaku untuk BBM bersubsidi, yaitu Pertalite (RON 90) dan Solar (CN 48), yang formulasinya telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM.

Saat ini, harga acuan ICP berada di angka sekitar USD 76 per barel. Namun, kondisi harga minyak mentah dunia masih terus fluktuatif dan menunjukkan tren kenaikan, sehingga menjadi faktor penentu utama.

Rincian Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Terbaru

Halaman:

Komentar