Penkopassus menilai informasi palsu ini sengaja disebarluaskan oleh pihak tertentu. Tujuannya diduga untuk memicu kegaduhan publik dan memecah solidaritas antar-institusi negara.
"Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah bela solidaritas institusi negara. Jangan jadi penyebar hoax. Pastikan selalu mengecek informasi melalui sumber resmi dan terpercaya," tegas pernyataan tersebut.
Asal Muasal Isu Viral
Kabar ini pertama kali mencuat dari unggahan akun Threads @retailman69. Akun tersebut mengklaim ada kronologi insiden yang bermula dari pertemuan Djon Afriandi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam narasi yang beredar, dikisahkan Djon Afriandi diminta menunggu lama oleh protokoler, sehingga mempersingkat waktu pertemuan. Hal ini disebut memicu kemarahan Presiden. Usai pertemuan, Djon Afriandi dikabarkan emosi dan menampar seorang ajudan yang dijuluki "bunted", yang diduga adalah Teddy Indra Wijaya.
Seluruh klaim dalam narasi tersebut telah dibantah secara tegas oleh Penkopassus sebagai informasi yang tidak benar dan tidak berdasar.
Artikel Terkait
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan Polisi! Apa Isi Kontroversi Video Ceramah JK yang Bikin Heboh?
Forklift 2024: Solusi Cerdas Atasi Tantangan Logistik & Tingkatkan Efisiensi 300%?
Hubungan Kanada-AS Retak: Mengapa Sekutu Terdekat Kini Jadi Ancaman Terbesar?
Jokowi Buka Suara Soal Restorative Justice: Kenapa Roy Suryo & Dokter Tifa Cuma Dibalas Senyum?