Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun: Manuver Politik atau Akhir dari Sebuah Kelompok?

- Rabu, 22 April 2026 | 12:50 WIB
Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun: Manuver Politik atau Akhir dari Sebuah Kelompok?

Kekuatan kelompok ini dinilai semakin melemah, terutama setelah ditinggalkan oleh figur-figur seperti Eggi Sudjana dan DHL. Di sisi lain, posisi Jokowi dengan basis kekuatan dan jaringan pendukungnya yang nyata masih menjadi faktor signifikan dalam peta politik, diperkuat oleh kedekatan dengan penguasa terkini.

Prospek Hukum dan Peran Barisan Ulama

Isu-isu yang sebelumnya digaungkan, seperti persoalan ijazah, diprediksi akan mereda. Justru, perkara hukum yang melibatkan "ikon" satu dekade terakhir yang dilaporkan oleh kelompok seperti TPUA diduga akan segera memasuki proses persidangan.

Di garda terdepan, muncul tokoh seperti Don Dasco yang berpengaruh di Senayan dan dunia advokat. Basis massa advokat yang besar dan dikenal militan diperkirakan akan memberikan dukungan penuh kepada koalisi penguasa saat ini dan pemimpin bayangannya (shadow leader).

Sementara itu, barisan ulama istiqomah atau 'sorban putih' tetap berpegang pada prinsip amar makruf nahi munkar, bukan politik oposisi murni. Mereka mengambil posisi untuk mengawasi dan mengingatkan penguasa (ulil amri), tetap menolak politik pragmatis, dan tidak mudah terpengaruh gejolak politik kecuali ada pelanggaran prinsip teologis dan praktik korupsi yang merajalela.

Kesimpulan: Kewaspadaan dan Peran Pengawas

Kesimpulan dari analisis ini adalah bahwa kunci stabilitas terletak pada efektivitas penegakan hukum. Barisan ulama akan tetap berada dalam posisi kritis sebagai pengawas. Mereka akan turun ke jalan dan mimbar-mimbar hanya jika aparat penegak hukum dinilai lemah dan praktik korupsi dilakukan secara terang-terangan dan kolektif. Peran mereka adalah sebagai penyeimbang moral dan etika dalam dinamika kekuasaan.

Halaman:

Komentar