Pada Kamis, 23 April 2026, rupiah sempat menyentuh level terendah di Rp17.310 per Dolar AS. Sementara itu, pada perdagangan Jumat siang, 24 April 2026, rupiah masih melemah tipis 0,02 persen ke posisi Rp17.289 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Keputusan ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai bahwa pergerakan rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Menurutnya, pelemahan ini bersifat sementara dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
"Kami tegaskan bahwa nilai tukar Rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Jumat (24/4).
Perry menjelaskan bahwa secara fundamental, nilai tukar Rupiah seharusnya stabil dan berpotensi menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil investasi yang menarik di Indonesia.
"Secara fundamental nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, hasil yang menarik dan juga komitmen bangsa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.
Ia juga mengajak pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Perry meyakini bahwa dengan fundamental yang kuat, rupiah akan kembali ke level yang lebih wajar dalam waktu dekat.
Merujuk laporan United Nations Economic and Social Commission for Western Asia, mata uang dikategorikan undervalued apabila nilainya berada di bawah tingkat yang seharusnya. Kondisi ini dapat terjadi meskipun indikator fundamental seperti daya beli, penawaran, dan permintaan tergolong kuat, namun nilai tukarnya masih relatif rendah.
Dengan demikian, meskipun rupiah mengalami tekanan di pasar global, Bank Indonesia optimis bahwa nilai tukar akan kembali stabil seiring dengan membaiknya sentimen pasar dan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. "
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS, BI Justru Bilang Ini Saatnya Beli?
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS! Gubernur BI Justru Bilang Ini Kabar Baik?
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Bilang Jangan Panik, Ini Alasan di Balik Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Sebut Nilai Tukar Sedang Undervalued—Kapan Akan Kembali Menguat?