Rupiah Anjlok ke Rp17.310 per Dolar AS! BI Justru Santai, Ini Alasannya

- Sabtu, 25 April 2026 | 02:50 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp17.310 per Dolar AS! BI Justru Santai, Ini Alasannya

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai bahwa pergerakan rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. "Kami tegaskan bahwa nilai tukar Rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental," ujarnya dalam konferensi pers RDG.

Menurut Perry, secara fundamental nilai tukar Rupiah seharusnya stabil dan berpotensi menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil yang menarik bagi investor. "Secara fundamental nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, hasil yang menarik dan juga komitmen bangsa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.

Ia juga mengajak pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Perry meyakini bahwa kondisi saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia.

Merujuk laporan United Nations Economic and Social Commission for Western Asia, mata uang dikategorikan undervalued apabila nilainya berada di bawah tingkat yang seharusnya. Kondisi ini dapat terjadi meskipun indikator fundamental seperti daya beli, penawaran, dan permintaan tergolong kuat, namun nilai tukarnya masih relatif rendah.

Halaman:

Komentar

Terpopuler