"Kami tegaskan bahwa nilai tukar Rupiah sekarang ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamental," ujar Perry.
Menurut Perry, secara fundamental, nilai tukar rupiah seharusnya stabil dan berpotensi menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, serta imbal hasil investasi yang menarik di Indonesia.
"Secara fundamental nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat didukung oleh fundamental ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang rendah, hasil yang menarik dan juga komitmen bangsa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," jelasnya.
Gubernur BI juga mengajak para pelaku pasar dan masyarakat untuk tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional ke depannya. Berdasarkan laporan United Nations Economic and Social Commission for Western Asia, sebuah mata uang dikategorikan undervalued apabila nilainya berada di bawah tingkat yang seharusnya. Kondisi ini bisa terjadi meskipun indikator fundamental seperti daya beli, penawaran, dan permintaan tergolong kuat, namun nilai tukarnya masih relatif rendah. "
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Bilang Jangan Panik, Ini Alasan di Balik Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Tembus Rp17.310! BI Sebut Nilai Tukar Sedang Undervalued—Kapan Akan Kembali Menguat?
Rupiah Tembus Rp17.310 per Dolar AS! BI Justru Bilang Under Valued — Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rupiah Jeblok ke Rp17.310! BI Bilang “Tenang Saja”, Ini Alasannya