Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman

- Selasa, 05 Mei 2026 | 19:25 WIB
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab menyoroti pernyataan Presiden Prabowo yang meminta pengkritiknya kabur ke Yaman. HRS menyebut bahwa kritik tersebut adalah bisikan dari "Jenderal Baliho". Rizieq mengatakan bahwa "Jenderal Baliho" itu kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih, sebuah jabatan yang sebelumnya diemban oleh Dudung sebelum menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Analisis Pernyataan Prabowo Soal "Kabur ke Yaman"

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut soal "pergi ke Yaman" menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tafsir. Ucapan ini awalnya disampaikan dalam konteks menanggapi kritik dari sejumlah pihak terhadap pemerintah. Dalam pidatonya di Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), ia kembali menyinggung narasi 'Indonesia Gelap' dan 'kabur aja dulu'. "Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja, kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan," kata Prabowo. Ia menilai orang yang terus-menerus mengkritik keras adalah mereka yang tidak objektif melihat realita dan telah meminggirkan fakta soal masa depan Indonesia yang cerah. "Mau kabur kemana? Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang, kabur aja deh, ya kabur aja biar kita enggak gaduh," ucapnya.

Reaksi Publik atas Pernyataan Presiden

Pernyataan Presiden Prabowo dengan cepat menyebar di media sosial dan menimbulkan beragam reaksi. Sebagian pihak menilai ucapan tersebut sebagai sindiran politik spontan, namun ada juga yang menilai pernyataan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Isu ini berkembang menjadi perdebatan di kalangan politisi dan tokoh masyarakat. Sejumlah pihak meminta agar pernyataan tersebut tidak dipotong dari konteks pembicaraan utuh dan menekankan pentingnya memahami latar belakang sebelum menarik kesimpulan. Di sisi lain, kritik terhadap pemerintah dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihargai.

Politisi PDIP, Guntur Romli, buka suara melalui video di Instagramnya pada Kamis (30/4/2026). Ia menilai pidato Prabowo sebagai retorika berbahaya yang menunjukkan sikap antikritik yang dibalut sentimen merendahkan negara sahabat. Guntur Romli mengingatkan pidato tersebut bisa membahayakan dari segi diplomatik dan bermasalah secara etika. "Ada masalah apa Pak Prabowo dengan Yaman? Ini negara Sahabat loh Pak. Gak pernah ada masalah dengan kita. Ada ribuan pelajar Indonesia di Yaman saat ini. Jangan merendahkan," ujar Guntur Romli. Polemik ini menunjukkan bahwa setiap pernyataan politik dapat dengan cepat menjadi isu nasional dan hingga kini masih menjadi perhatian publik di berbagai platform informasi.

Halaman:

Komentar