Viral! Video Guru Bahasa Inggris di TikTok Ternyata Settingan? Waspada Link Berbahaya!

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:50 WIB
Viral! Video Guru Bahasa Inggris di TikTok Ternyata Settingan? Waspada Link Berbahaya!

Karena itu, publik disarankan lebih bijak saat berselancar di internet dan tidak mudah percaya dengan tautan yang belum jelas sumbernya.

Diduga Hanya Settingan

Video yang beredar di media sosial tersebut diduga kuat hanya sebuah settingan atau skenario belaka. Alasannya, orang-orang dalam video tampak menggunakan mikrofon kecil di baju mereka masing-masing. Selain itu, video tampak direkam oleh orang lain dari berbagai sisi kamera.

Kuat dugaan bahwa video tersebut sengaja dibuat untuk mengundang perhatian warganet dan menciptakan sensasi. Namun yang disayangkan, konten semacam ini bisa saja terlihat oleh anak-anak yang belum dewasa dan belum memiliki filter informasi yang baik.

Pemeran Wanita Diduga Bukan Guru Sungguhan

Pemeran wanita dalam video guru bahasa Inggris yang viral itu diduga bukan benar-benar seorang guru profesional. Alasannya, penampilan si wanita terlalu mencolok dan tidak lazim untuk seorang tenaga pendidik. Ia terlihat menggunakan kuku buatan yang begitu panjang.

Di lingkungan pendidikan, sangat jarang dan hampir tidak mungkin ditemukan ada guru dengan penampilan seperti itu. Kalaupun ada, netizen berpendapat bahwa penampilannya tidak akan semencolok itu. Diduga pemeran wanita sengaja menggunakan seragam mirip ASN yang dilengkapi papan nama untuk mengundang reaksi dan membuat videonya semakin viral.

Waspadai Link Berbahaya dan Tetap Bijak Berselancar

Para pengguna media sosial diimbau untuk selalu berhati-hati saat berselancar di dunia maya. Netizen diminta untuk tidak sembarangan mengklik tautan dengan narasi "bu guru bahasa Inggris viral" yang beredar. Bisa saja link tersebut berisi konten berbahaya atau merupakan link penipuan (phishing).

Oleh karena itu, pengguna media sosial diminta untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mengklik tautan yang tidak jelas asal usulnya. Sebab, jika sembarangan mengklik sesuatu, maka kerugian seperti pencurian data atau infeksi malware bisa menimpa perangkat Anda.

Halaman:

Komentar