"Dengan kita punya badan pengelola keuangan haji, kita pengin buat di Indonesia buat semacam BUMN. Apa salahnya kita punya hotel di sini, penginapan, dan itu sangat mungkin ke depan karena di Saudi sekarang itu boleh orang punya tanah itu 99 tahun, itu sama dengan Singapura," tuturnya
Jika rencana itu terwujud, tentu bisa menekan biaya haji yang saban tahun pemerintah bahkan memberikan subsidi yang tidak sedikit. Belum lagi jika ada dana masyair yang tahun ini senilai Rp1,46 triliun.
"Kita mau haji layanan bagus, gratis enggak bisa. Sesuai visinya Saudi. Jadi ke depan itu akan naik, siap aja," pungkas Iskan.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia