"Kementerian PPN/Bappenas mengembangkan Peta Jalan Pengembangan Industri Digital, bagian dari strategi digitalisasi untuk mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pada akhir 2030, demand pasar ekonomi digital diproyeksikan mencapai Rp 4.800-5.400 triliun," ujar Menteri Suharso, Jumat (24/6/2022) waktu setempat.
Indonesia akan mendorong kontribusi peran ekonomi digital melalui peningkatan dan penguatan kualitas ekosistem pendukung. Saat ini, neraca perdagangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) masih tinggi, sedangkan pemanfaatan digitalisasi semakin cepat.
"Coverage area ketersediaan internet di Indonesia sudah mencapai lebih dari 95 persen, sementara adoption rate pengguna internet tercatat lebih dari 90 persen. Dari sisi supply, pada akhir 2030, industri digital diproyeksikan meningkat hingga Rp 1.700 triliun. Penurunan defisit neraca perdagangan di sektor TIK hingga USD 9 miliar dan nilai TKDN sektor TIK lebih dari 40 persen," tutur Menteri Suharso dalam siaran pers, Minggu (26/6/2022)
Untuk itu, penguatan tiga pilar ekonomi digital, yakni produsen, pengguna, dan ekosistem, perlu dipercepat dengan dukungan regulasi dan kebijakan, infrastruktur TIK, ketersediaan talenta, investasi dan pembiayaan, hingga riset dan teknologi. Berpenduduk 273,5 juta jiwa dengan pengguna internet hingga 53,7 persen serta pengguna over-the-top lebih dari 50 juta, Indonesia akan meningkatkan dukungan untuk ekosistem film lokal.
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!