"Pemerintah juga melihat peluang kerja sama pengembangan talenta perfilman Indonesia. Targetnya, dalam jangka pendek, antara lain pengembangan akademi film di beberapa kota untuk menjadi sentra produksi hingga beasiswa pascasarjana jurusan film untuk calon-calon sutradara, penulis, produser," ucap Suharso.
Kerja sama perguruan tinggi nasional dan perguruan tinggi asing untuk membuka program perfilman, peningkatan peran swasta untuk menjadi sponsor perfilman, hingga pembahasan segi hukum khususnya Intellectual Property Lawyer serta manajemen keuangan juga menjadi perhatian khusus.
Dalam jangka panjang, Indonesia membidik kerja sama pengembangan kurikulum penulisan kreatif drama, teater dan film, pengembangan sekolah tinggi kejuruan seni serta perguruan tinggi seperti Korean Academy of Film Arts (KAFA) Korea Selatan, kerja sama pengembangan pengajar, hingga penyusunan strategi besar untuk menjaga pertumbuhan industri film nasional.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya