"Pemerintah juga melihat peluang kerja sama pengembangan talenta perfilman Indonesia. Targetnya, dalam jangka pendek, antara lain pengembangan akademi film di beberapa kota untuk menjadi sentra produksi hingga beasiswa pascasarjana jurusan film untuk calon-calon sutradara, penulis, produser," ucap Suharso.
Kerja sama perguruan tinggi nasional dan perguruan tinggi asing untuk membuka program perfilman, peningkatan peran swasta untuk menjadi sponsor perfilman, hingga pembahasan segi hukum khususnya Intellectual Property Lawyer serta manajemen keuangan juga menjadi perhatian khusus.
Dalam jangka panjang, Indonesia membidik kerja sama pengembangan kurikulum penulisan kreatif drama, teater dan film, pengembangan sekolah tinggi kejuruan seni serta perguruan tinggi seperti Korean Academy of Film Arts (KAFA) Korea Selatan, kerja sama pengembangan pengajar, hingga penyusunan strategi besar untuk menjaga pertumbuhan industri film nasional.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!