Sementara itu Direktur Eksekutif Roda Institut, Ahmad Rijal Ilyas, menilai, upaya pelemahan PPP tersebut terjadi karena keputusan PPP yang memutuskan membentuk KIB bersama Partai Golkar dan PAN. Dia menduga, ada pihak eksternal yang sengaja menganggu soliditas KIB.
"Indikasi dari eksternal sangat mungkin terjadi. Karena tiga partai ini sangat berpengalaman, dan tiga ini jadi penentu, mungkin saja terjadi penggembosan dari eksternal dia memakai kaki di internal PPP yang sakit hati yang nggak suka atau nggak jadi apa-apa," tuturnya.
Agar pelemahan terhadap PPP tidak terus terjadi, menurutnya Suharso perlu menindak tegas oknum-oknum di internal PPP yang terlibat. Tidak hanya itu Soeharso juga perlu mengindentifikasi pihak eksternal yang juga turut terlibat dalam upaya menggembosi PPP dan KIB.
"Dia harus melakukan identifikasi terhadap oknum-oknum tsb. Dia berjejaring ke siapa. Ketika memang sudah tahu dan diduga melakukan konsolidasi di luar perintah partai atau internal partai, disitu kan bisa dibuka nantinya. Buka aja ke publik ternyata yang menginginkan pelemahan tersebut siapa," ucapnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya
Rahasia Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Kunci: Isu Polri, Gaza, dan Pemberantasan Korupsi Terbongkar!
Ancaman Pistol Ussama ke Bayi Ressa: Fakta Kelam yang Ditutupi Denada Selama 24 Tahun
Santunan Rp15 Juta Cair! Ini Rincian Bantuan Lengkap Kemensos untuk Korban Banjir Sumatra