Estimasi sebesar Rp77,82 triliun tersebut berdasarkan Second Biennial Update Report (BUR) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2018.
"Biaya untuk sektor kehutanan kecil tapi kontribusi terhadap penurunan CO2 paling besar," ujar Menkeu Sri Mulyani saat menyampaikan pemaparannya dalam Kongres Kehutanan Indonesia VII, digelar secara hybrid, di Jakarta, Selasa (28/6/2022).
Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini Pemerintah telah meratifikasi Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen NDC pada tahun 2016 yaitu Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dengan kemampuan sendiri. Penurunan emisi gas rumah kaca ini akan dilakukan melalui berbagai sektor seperti kehutanan, energi dan transportasi, Industrial Process and Product Use (IPPU), limbah dan pertanian.
Estimasi pendanaan untuk penurunan target NDC 2030 dibagi menjadi tiga kajian, yakni Second BUR 2018 sebesar Rp3.461,3 triliun, Roadmap NDC Mitigasi 2021 Rp3.779,63 triliun, dan Third BUR 2021 Rp4.002,44 triliun. Perbedaan estimasi kebutuhan pendanaan itu disebabkan oleh adanya tambahan kegiatan mitigasi, kalibrasi metode estimasi, dan perbedaan horizon waktu.
Lebih rinci, estimasi berdasarkan second BUR 2018 sebesar Rp3.461,31 triliun. Terdiri dari sektor kehutanan dan lahan Rp77,82 triliun, energi dan transportasi Rp3.307,2 triliun, IPPU Rp40,77 triliun, limbah Rp30,34 triliun, serta pertanian Rp5,18 triliun.
Artikel Terkait
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan
Viral! Akun X Jepang Salah Sangka, Rumah Jokowi Dikira Rumah Angker Buat Uji Nyali