Achmad juga ingatkan bahaya penggunaan telepon pintar di wilayah SPBU. Tentu saja ada potensi kebakaran, dan akan makin berbahaya bila ada kerumunan orang.
"Dampak buruk lainnya tentunya akan menimpa SPBU sendiri, sebab dengan berkumpulnya orang dalam hal ini saat terjadi antrian baik itu untuk verifikasi pembeli BBM bersubsidi ataupun penanganan registrasi oleh pihak SPBU atau depot LPG untuk mendapatkan Q&R code maka akan memperlambat pelayanan SPBU atau depot LPG itu sendiri yang berujung kepada kelambatan dalam pencapaian pendapatan," lanjut dia.
Berdasarkan hal diatas, Achmad mengklaim, penerapan pembelian bahan bakar menggunakan MyPertaminan akan temukan kegagalan karena tidak dapat dukungan dari masyarakat dan SPBU/Depot LPG.
Sumber: jakarta.suara.com
Artikel Terkait
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam