Achmad juga ingatkan bahaya penggunaan telepon pintar di wilayah SPBU. Tentu saja ada potensi kebakaran, dan akan makin berbahaya bila ada kerumunan orang.
"Dampak buruk lainnya tentunya akan menimpa SPBU sendiri, sebab dengan berkumpulnya orang dalam hal ini saat terjadi antrian baik itu untuk verifikasi pembeli BBM bersubsidi ataupun penanganan registrasi oleh pihak SPBU atau depot LPG untuk mendapatkan Q&R code maka akan memperlambat pelayanan SPBU atau depot LPG itu sendiri yang berujung kepada kelambatan dalam pencapaian pendapatan," lanjut dia.
Berdasarkan hal diatas, Achmad mengklaim, penerapan pembelian bahan bakar menggunakan MyPertaminan akan temukan kegagalan karena tidak dapat dukungan dari masyarakat dan SPBU/Depot LPG.
Sumber: jakarta.suara.com
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras