Terlebih, presidensi G20 saat ini tengah dipegang oleh Indonesia. Oleh karena itu, ia meyakini hal tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk memperkuat komitmen kerangka keadilan gender dan disabilitas.
"Ini untuk melihat dan memastikan bahwa setiap kelompok masyarakat dunia yang selama ini tidak berkontribusi dalam masukan juga melihat upaya bicara soal transformasi ekonomi dan digital, bahwa masih ada gap yang muncul di lapangan," tandasnya.
Dia menambahkan, "Kami juga memiliki isu prioritas, yaitu bagaimana ekonomi ini juga didorong secara inklusi, tidak hanya makro tetapi juga melihat kelompok-kelompok yang selama ini termarjinalkan."
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Kepala Basarnas: Hampir Mustahil Ada yang Selamat, Tapi Tim SAR Masih Berharap Mukjizat di Maros
Eggi Sudjana Bantah Restorative Justice ke Jokowi: SP3, Pertemuan Rahasia, dan Manuver Politik yang Menggemparkan
Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Masih Aktif: 4.000 Langkah Misterius Terekam Setelah Kecelakaan Pesawat
Smartwatch Copilot ATR 42-500 Bocorkan Fakta Mengejutkan: Ribuan Langkah Terekam Pascakecelakaan!