Terlebih, presidensi G20 saat ini tengah dipegang oleh Indonesia. Oleh karena itu, ia meyakini hal tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk memperkuat komitmen kerangka keadilan gender dan disabilitas.
"Ini untuk melihat dan memastikan bahwa setiap kelompok masyarakat dunia yang selama ini tidak berkontribusi dalam masukan juga melihat upaya bicara soal transformasi ekonomi dan digital, bahwa masih ada gap yang muncul di lapangan," tandasnya.
Dia menambahkan, "Kami juga memiliki isu prioritas, yaitu bagaimana ekonomi ini juga didorong secara inklusi, tidak hanya makro tetapi juga melihat kelompok-kelompok yang selama ini termarjinalkan."
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Mengerikan! Rahmadani Dibunuh di Hotel OYO Medan oleh Cinta yang Baru Dikenal di Aplikasi Kencan
DPR Desak Polisi Usut Tuntas: Motif Mengerikan di Balik Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras
Defisit APBN Bisa Naik di Atas 3%? Ini Syarat Keras Menkeu Purbaya!
Prabowo Pertimbangkan WFH Lagi, Benarkah BBM Kita Terancam Krisis Global?