Menanggapi itu, pengamat politik Uchok Sky Khadaffi menilai bahwa sudah jelas bahwa misi yang dibawa Jokowi ke dua negara Eropa Timur tersebut bukanlah misi perdamaian, tapi jelas bahwa misi perdagangan.
"Jokowi masuk ke wilayah perang, sebetulnya dia bingung untuk apa. Apa untuk membawa misi perdamian, atau perdagangan. Ini malahan dia membawa misi perdagangan, dan melupakan misi perdamian.
Sebetulnya secara logika politik, mendamaikan dulu antara Rusia dengan Ukraina, secara otomatis jalur perdagangan pasti dibuka, atau permintaan Presiden Zelensky kepada Putin, tentang blokade pelabuhan Ukraina yang membuat ekspor biji-bijian terganggu, tetap harus dibicarakan dalam bingkai misi perdamaian.
"Akibat permintaan Zelensky kepada Putin, yang disampai oleh Jokowi mentah-mentah begitu saja, atau secara gamblang disampaikan kepada Jokowi, membuat Zelensky merasa tidak nyaman dan lalu membantah dan Rusia juga seperti nyaman. Makanya Saat Jokowi di Rusia, Ukraina Kembali Dibombardir, karena yang diperjuangkan Jokowi bukan negosiasi perdamaian tapi negosiasi perdagangan," tegasnya.
Uchok memaklumi dalam hal ini, Jokowi merasa bingung karena hanya menyampaikan pesan apa adanya.
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis Berbelatung? 47 Dapur Disetop Operasi, Ini Fakta Mengerikannya
Anies Baswedan Buka Suara Soal Gugatan MK: Akhir Dinasti Politik di Indonesia?
SBY Buka Suara: Mampukah Trump & Khamenei Cegah Perang AS-Iran di 2026?
Fara UIN Suska Riau & Drama Selingkuh: Fakta Mengejutkan di Balik Kasus Kekerasan yang Viral