Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-undang berkaitan dengan Provinsi Sumatera Barat.
Dalam UU baru tersebut dijelaskan bahwa dat dan budaya Minangkabau didasari pada nilai falsafah dengan karakter religius.
"Adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah, adat basandi syara', syara' basandi kitabullah sesuai dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku," demikian bunyi dari Pasal 5 C UU tentang Provinsi Sumatera Barat.
Ungkapan adat basandi syara', syara' basandi kitabullah bisa diartikan sebagai adat bersandar pada syariah, dan syariah bersandar dengan kitabullah yakni Al quran.
Meski tidak diterapkan secara menyeluruh sebagaimana di Aceh, kebijakan UU ini disoroti oleh beberapa pihak yang merasa keberatan salah satunya Ade Armando.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras