Merespons kebijakan larangan ekspor Crude Palm Oile (CPO), petani sawit turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
Kebijakan larangan ekspor CPO ini dinilai tidak efektif salah satunya oleh Achmad Nur Hidayat MPP, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.
“Yang tujuan awalnya untuk menurunkan harga minyak goreng ternyata tidak kunjung turun tapi dampak yang didapat ternyata lebih buruk yaitu kita kehilangan triluanan rupiah yang biasanya satu hari negara bisa dapat 1 triliun, dan juga harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit menjadi drop,” ujar Achmad di keterangan tertulis, dikutip Rabu (18/5/22).
Aksi sejumlah petani sait pun juga disoroti Achmad. Menurutnya aksi tersebut tidak bisa dianggap remeh mengingat pentingnya ketersediaan sawit untuk Indonesia secara umum.
Ancaman gelombang aksi yang lebih besar pun sangat terbuka apabila tuntutan mereka tidak didengar oleh para pemangku kebijakan terkait.
Baca Juga: Kejagung Diminta Usut Kasus Mafia Minyak Goreng, Yang Bermain Pemberian Fasilitas Ekspor CPO
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras