Selain paket, pesantren-pesantren tersebut juga mendapatkan bantuan dana tunai yang diberikan kepada 10 santripreneur. Usaha yang dijalankan para santri di antaranya pengisian galon, toserba, aksesoris, dan sebagainya.
"Nilai nominalnya juga sama antara 10 sampai dengan 12,5 juta rupiah," ungkap Kepala BAZNAS Noor Achmad.
"Di beberapa tempat yang sudah kami lakukan, Alhamdulillah cukup berhasil dan mereka bisa menjalankan bantuan kita dengan baik," sambungnya.
Sementara itu, bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) berupa santunan kematian dan manfaat beasiswa pendidikan sebesar Rp1,11 miliar kepada empat ahli waris atau keluarga peserta yang meninggal akibat kecelakaan kerja.
Santunan yang diserahkan terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja (JKK), biaya pemakaman, manfaat Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Hari Tua (JHT) dan manfaat beasiswa. Menurut data dari BPJAMSOSTEK, total pembayaran manfaat kepada peserta dari seluruh program selama bulan April 2021 sampai April 2022 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) senilai Rp205,5 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 18,6 ribu kasus.
Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo, penyerahan santunan yang dilakukan bersama Wapres merupakan bentuk hadirnya negara memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.
"Hari ini bersama Wapres Pak Ma'ruf Amin kita menyerahkan santunan kepada 4 ahli waris atau keluarga pekerja di Kendari, yang atas kepesertaan suaminya di BPJAMSOSTEK keluarganya mendapatkan hak jaminan sosial berupa santunan kematian dan beasiswa pendidikan anak," jelas Anggoro.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!