Selama memimpin Kota Solo sebagai Wali Kota, Gibran hanya bekerja efektif selama 1,5 tahun dari masa jabatannya selama 3,5 tahun. Lalu dikurangi 2 tahun karena masa pandemi Covid-19.
"Menyedihkan ya. Target pembangunan, Insya Allah selesai. Kami selesaikan satu-satu, sehingga nantinya bisa dinikmati masyarakat," ungkapnya.
Gibran meyakini banyak tokoh-tokoh yang bisa memimpin Kota Solo dan bersinergi serta melanjutkan program-programnya.
"Saya tidak punya wewenang untuk mengatur-ngatur pemimpin. Saya kan bukan siapa-siapa," sambung dia.
Ketika ditanya soal arah politiknya setelah merampungkan jabatan Wali Kota Solo, Gibran belum memiliki arah politik yang jelas.
"Arah (politik) tidak jelas. Tidak tahu (Gubernur). Kalau keputusan partai, pasti sudah ada pertimbangan. Kalau saya sendiri tidak jelas," tegas Gibran.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Benarkah Pemicu Utama Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo?
8 Jenis Pizza Italia Autentik yang Bikin Lidah Bergoyang: Dari Margherita hingga Siciliana!
Kritik Pedas Kuasa Hukum untuk DPR di Kasus Hogi Minaya: Siapa yang Salah?
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Target 30 Operasi Per Tahun: Apa Saja Senjatanya?