Selama memimpin Kota Solo sebagai Wali Kota, Gibran hanya bekerja efektif selama 1,5 tahun dari masa jabatannya selama 3,5 tahun. Lalu dikurangi 2 tahun karena masa pandemi Covid-19.
"Menyedihkan ya. Target pembangunan, Insya Allah selesai. Kami selesaikan satu-satu, sehingga nantinya bisa dinikmati masyarakat," ungkapnya.
Gibran meyakini banyak tokoh-tokoh yang bisa memimpin Kota Solo dan bersinergi serta melanjutkan program-programnya.
"Saya tidak punya wewenang untuk mengatur-ngatur pemimpin. Saya kan bukan siapa-siapa," sambung dia.
Ketika ditanya soal arah politiknya setelah merampungkan jabatan Wali Kota Solo, Gibran belum memiliki arah politik yang jelas.
"Arah (politik) tidak jelas. Tidak tahu (Gubernur). Kalau keputusan partai, pasti sudah ada pertimbangan. Kalau saya sendiri tidak jelas," tegas Gibran.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya