POLHUKAM.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa tidak ada praktik mark up dalam pengadaan sepatu untuk puluhan ribu siswa Sekolah Rakyat. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons isu viral di media sosial terkait perbedaan harga sepatu bantuan.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, anggaran pengadaan sepatu sebesar Rp27,5 miliar dialokasikan untuk lebih dari 39 ribu siswa. Ia memastikan seluruh proses telah berjalan sesuai aturan dan mempertimbangkan kualitas barang.
Menurut Gus Ipul, harga sepatu Rp700 ribu per pasang yang diadakan Kementerian Sosial tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan sepatu bantuan lain yang beredar di publik. Ia menyinggung bantuan sepatu yang sebelumnya dibagikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada sejumlah siswa di Malang dengan harga sekitar Rp170 ribu per pasang.
Artikel Terkait
Skandal Kiai Cabul Pati: Ngaku Keturunan Nabi, Santri & Istri Orang Jadi Korban Pelecehan
Kabur dari Hukum! Kyai Pencabul Puluhan Santriwati di Pati Hilang Kontak, Polisi Siap Buru dan Tangkap
Dudung Bantah Keras Tuduhan Habib Rizieq Soal Jenderal Baliho & Isu Kabur ke Yaman
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%