"Jadi, tindakan Singapura menolak kedatangan UAS bukan karena persoalan ekstrimisme, tetapi persoalan konstelasi dunia terkait Ukraina melawan Rusia," ujar Agung.
Seperti diketahui, sebelumnya UAS sudah menklarifikasikan tuduhan pemerintah Singapura yang menyebutnya ekstrimis. UAS juga mengatakan tidak akan berhenti mengajarkan ajaran Islam hanya karena disebut ekstremis.
"Biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu bagian dari ajaran agama, saya akan tetap mengajar," ujar UAS di kanal YouTube Refly Harun, Kamis (19/5/2022).
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Gus Yaqut vs KPK: Tawaran USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR dan Skandal Kuota Rp 622 Miliar Terungkap!
Harga Pertalite Naik Usai Lebaran 2026? Ini Kata Pemerintah dan Faktanya!
Fujairah Creative City Free Zone 2024: Bisa Daftar dari Luar Negeri, Modal Mulai 5.500 AED?
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara! Ini Kronologi Lengkap Kasus Narkoba di Rutan Salemba