Perubahan iklim menjadi salah satu isu dalam pembahasan di forum tersebut. Penanganan perubahan iklim pun menjadi lebih sering dibicarakan seperti transisi energi untuk menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan jika Indonesia memang memiliki target emisi nol bersih pada 2060. Arsjad optimis dengan energi baru & terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia saat ini bisa mempercepat target tersebut, meskipun nyatanya masih terkendala pendanaan dan teknologi.
"Indonesia kaya akan energi baru & terbarukan (EBT) seperti energi surya, pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan angin, yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan target net zero emisi. Namun kendala terbesar yang sering dihadapi yaitu pendanaan dan teknologi," ungkapnya pada seminar nasional secara hybrid bertema Energy, Sustainability, & Climate (ESC) Task Force: Transisi ke Energi Bersih untuk Mobilitas Menuju Net Zero Emission (NZE), Jumat (20/5/2022).
Melihat adanya kendala tersebut, Arsjad menyebutkan jika salah satu solusi yang bisa dijalankan adalah adanya kerja sama antar publik dan swasta.
"Pemberian insentif seperti pajak & tarif juga penting untuk mengakselerasi pemberdayaan EBT di Indonesia, dengan membuat EBT kompetitif dibandingkan dengan energi fosil dan membentuk pasar yang menarik bagi investor," lanjutnya.
Lebih lanjut, B20 Chair dan WKU Koordinator KADIN Indonesia Bidang Maritim, Investasi, dan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan bahwa transisi energi bukanlah proses yang sederhana dan singkat, tetapi harus dilakukan secara berkeadilan dan teratur.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras