"Setelah mendapat lahan yang luas, Ponpes Al Zaytun mulai dilakukan pembangunan pada tahun 1998. Selanjutnya pada tahun 1999 mulai diresmikan dan mulai menerima santri baru," terang dia.
Entis Sutisna mengatakan, saat awal berdirinya, kegiatan di Ponpes Al Zaytun sebenarnya masih normal. Ia baru mengetahui sejumlah fakta soal polemik yang terjadi sekarang ini dari pemberitaan di sejumlah media.
"Seperti haji cukup di Indramayu, salat Idul Fitri bercampur antara jemaah laki-laki dan perempuan, dan lain sebagainya. Ketika saya keluar memang sudah tidak terpantau lagi, tidak tahu sejak kapan mulai terjadi," kata dia.
Walau demikian, Entis Sutisna tidak menampik, saat masih tergabung dengan Panji Gumilang sejumlah penyimpangan juga sudah terjadi.
Entis Sutisna mencontohkan, salah satunya adalah perihal salat. Dalam hal ini, Ponpes Al Zaytun belum mewajibkan salat sebagaimana umat Islam pada umumnya.
"Menurut mereka, salat baru diwajibkan nanti setelah Negera Islam menang. Itu salah satunya yang membuat saya keluar. Saya keluar atas dorongan keluarga dan juga diri sendiri," pungkasnya.
Sumber: okezone
Artikel Terkait
Cara Download Video YouTube ke MP4/MP3 dengan 1 Klik: Gratis, Cepat & Tanpa Aplikasi!
Rismon Sianipar Bongkar Bukti Video AI, Ini Kata Pakar Forensik Soal Laporan JK ke Polisi
3 Hafiz 30 Juz dari Purwokerto Diterima di 10+ Kampus Top Dunia, Ini Rahasianya!
Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan 2026 Dibuka! CSO & AR, Ini Syarat dan Link Daftar Resminya