POLHUKAM.ID - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai utang negara yang dibebankan kepada masyarakat saat ini sudah sangat tinggi. Menurutnya, pemerintah terlalu sembrono dalam berutang.
“Kita harus menghentikan utang pemerintah dan utang BUMN yang terlalu besar,” kata AHY dalam pidato politiknya di Jakarta, Jumat (14/7/2023).
AHY mengingatkan tidak sedikit negara yang terlilit utang berujung krisis hebat. Untuk itu pihaknya menyarankan pemerintah jangan hanya berpikir perkembangan ekonomi jangka pendeknya saja, namun harus disertai pula konsekuensi jangka panjangnya. “Kita harus belajar, banyak negara gagal akibat utang yang ugal-ugalan,” ungkap AHY.
Ia mengatakan utang yang semakin meroket tajam, akan mempersempit ruang gerak fiskal. Berdasarkan penelusurannya, utang negara saat ini telah mencapai lebih dari Rp7.800 triliun per Maret 2023. “Porsi APBN untuk membayar cicilan dan bunga semakin besar,” ungkap AHY.
AHY berhitung, jika rata-rata bunga utang mencapai kurang lebih Rp400 triliun per tahunnya, maka itu setara dengan realisasi anggaran pendidikan pada APBN 2022. Itu baru bunga, belum cicilan pokoknya.
Dan yang lebih parah lagi, sambung dia, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan fiskal rakyat Indonesia untuk membayar utang masih rendah serta membebankan APBN.
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Markas Judol Internasional: 320 WNA Diringkus, Bos Masih Buron!
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia