POLHUKAM.ID - Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang alias TPPO menjadi salah satu yang sangat dikhawatirkan masyarakat, baru-baru ini terkuak sindikat jual beli ginjal di Kamboja dengan korban WNI.
Kasus jual beli ginjal ini awalnya terkuak dari basecamp dimana para korban berkumpul sebelum diterbangkan ke Kamboja.
Setelah diselidiki, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi sempat menjelaskan bagaimana alur perjalanan mereka bisa sampai melakukan transplantasi ginjal.
Awalnya para korban banyak direkrut dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Jogja, hingga Jawa Timur dikumpulkan di basecamp dan melakukan cek kesehatan.
Cek kesehatan sendiri pun dilakukan selama dua kali, pertama di Indonesia lalu sesampainya di Kamboja.
Setelah observasi 7 hari, korban akan dipertemukan dengan calon penerima donor ginjal.
Kemudian para korban akan dioperasi selama kurang lebih tiga jam lalu pemulihan dan akhirnya kembali ke Indonesia.
“Mereka direkrut ditampung di basecamp, urus paspor dan sebagainya. Jadi mereka dikumpulkan lalu cek kesehatan, mereka dua kali 7 hari observasi dan dipertemukan dengan calon pendonor, sudah bertemu lalu dioperasi 3 jam pemulihan baru dikembalikan ke Indonesia,” katanya dilansir dari Metro TV.
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!