Berdasarkan survei dari IPSOS Global religion tahun 2023 terhadap 19.731 orang dari 26 negara di dunia menunjukkan bahwa 29 persen masyarakat dunia menyatakan bahwa mereka agnostik dan atheis.
Kemudian, menurut data Pew Research Center, jumlah kekerasan fisik atas nama agama dan kepercayaan semakin meningkat.
Jokowi kemudian mengutip data dari Global East Index 2023 yang menyebutkan konflik global semakin meningkat.
"Tahun 2008 ada 58 negara yang terlibat dalam konflik dan saat ini menjadi 91 negara. Angka kematian akibat konflik global pun meningkat menjadi 238.000 jiwa dan dampak kerugian ekonomi naik 17 persen menjadi 17,5 triliun dollar AS, setara dengan 13 persen dari GDP Global. Sangat besar sekali," ujar Jokowi.
Oleh karena itu, Jokowi mengajak masyarakat ASEAN terus menjaga toleransi dan persatuan.
Menurutnya, ASEAN harus bisa menjadi jangkar bagi perdamaian dunia.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi acara ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference yang mendorong dialog antar budaya dan antar agama masyarakat di Asia Tenggara.
Mantan Wali Kota Solo ini berharap forum tersebut akan menghadirkan saling pengertian yang semakin meluas antar umat beragama.
"Bisa menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun ASEAN sebagai epicentrum of growth, epicentrum of harmony," kata Jokowi.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
Wajib Pajak Syok Dihantam Denda Rp265 Juta, Tuding Petugas Pajak Main Standar Ganda!
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Benarkah Upah Saat Ini Tak Layak Hidup?
Oegroseno Bongkar Kejanggalan Sidang Ijazah Jokowi: Ijazah Asli Tak Bisa Dihadirkan, Ini Alasannya
Habib Rizieq Berang! Pandji Didesak Minta Maaf & Netflix Cabut Tayangan Ini