"Adegan goyang-goyang itu kayak adegan di film-film pengkhianatan G30 S itu. Iya kan ada adegan-adegan pahlawan itu datang. Kemudian, ada orang nari, saya langsung ingat itu," sebut Roy.
Dia bilang dengan menyampaikan permohonan maaf, insiden seperti itu justru menodai perayaan HUT RI di Istana.
"Jadi, mohon maaf kalau saya langsung teringat itu. Jadi, ini benar-benar menodai justru," ujar eks politikus Demokrat tersebut.
Lebih lanjut, dia menyindir figur yang punya ide memasukkan konsep acara demikian disertai lagu Rungkad.
"Saya justru kasihan kepada Presiden, saya kasihan kepada para jenderal, para tokoh-tokoh senior, para menteri kenapa harus itu," jelas Roy.
Namun, ia tidak ada maksud menyalahkan penyanyi lagu Rungkad saat HUT RI di Istana.
"Saya tidak menyalahkan penyanyinya, Mba Putri karena menyanyikan dengan bagus," lanjut Roy.
"Tapi, siapa yang punya ide ini. Jangan-jangan ini bahaya laten ini sudah masuk betul," eks Anggota DPR tersebut.
Dia mengatakan demikian karena setiap perayaan HUT kemerdekaan negara lain dilakukan secara khidmat. Ia menyebut seperti di Amerika Serikat (AS) yang memisahkan antara acara formal dengan perayaan bersama rakyat.
"Lihat kemerdekaan Amerika ya. 4 Agustus itu pun biasanya ada formalnya ada perayaannya. Perayaan mengundang rakyat oke," tuturnya.
Menurut Roy, selama tempatnya seperti di Istana, sebaiknya dipisahkan antara peringatan dan pesta perayaan dengan rakyat dalam rangkat HUT Kemerdekaan negara RI.
"Ini pesta rakyat tapi itu tolong dipisahkan. Karena ini tempatnya masih di Istana Negara. Tempat masih di mana kita memperingati 78 tahun kemerdekaan," ujar Roy.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Kritik Keras TNI Bubarkan Nobar Film Pesta Babi: Ini Pembungkaman Kebebasan Berekspresi!
Harga BBM Pertamina 11 Mei 2026: Daftar Terbaru Pertalite, Pertamax, Solar - Ada yang Naik Gila-gilaan!
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M