“Jadi yang dimaksud oleh Bupati pihak-pihak tertentu diungkap saja, siapa yang sebenarnya menghalang-halangi dan menghadang itu,” jelasnya.
Jazilul menyampaikan bahwa jika ada yang mengancam disebutkan saja, namun jika kehadiran Cak Imin dianggap mengokotori, menodai arena muktamar jelaskan saja batas-batasnya.
“Kasus ini bukanlah hanya urusan Tanah Laut semata, namun adalah urusan pihak lain yang sengaja menghalangi dan menghadang saat Gus Muhaimin di deklarasi sebgai Cawapres,” paparnya.
Jazilul juga menyampaikan bahwa mohin untuk Bupati daerah lain utuk salaing menghormati serta membaca keprotokoleran.
Selain itu Jazilul juga membenarkan jika Gus Muhaimin tidaklah dundang langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, namun JQHNU yang mengundang.
“Coba anda jelaskan pada kami Bupati Tanah Laut, siapa yang mengancam anda, ini adalah negara hukum, siapa yang membuat anda gemetar,
Akibat peristiwa tersebut, Cak Imin memilih batal menghadiri acara tersebut dan kembali ke Jakarta serta Jazilul menyayangkan sikap Bupati Tanah Laut.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!