Hidayat mempertanyakan pihak Singapura yang tidak mengungkapkan identitas secara detail. Hal ini penting karena untuk dilakukan verifikasi apakah pernyataan tersebut benar atau tidak.
"Pihak Singapura tidak menyebutkan identitas secara terbuka dan detail terkait anak remaja umur 17 tahun yang katanya terpengaruh dengan UAS itu. Harusnya itu ditampilkan supaya bisa dilakukan klarifikasi atau pengujian kesahihan klaim dari pihak Singapura," kata Hidayat kepada Populis.id pada Rabu (25/05/2022).
Soal klaim remaja terpengaruh ISIS, Hidayat mengatakan bahwa selama ini tidak ada ceramah Ustadz Somad yang menganjurkan masyarakat bergabung dengan ISIS. Menjadi simpatisan ISIS, kata Hidayat, bukan ajaran penceramah kelahiran Sumatera Utara itu.
"Apa yang disebutkan bahwa katanya dia terpengaruh oleh ISIS, bom bunuh diri, itu jelas bukan ajarannya Ustadz Abdul Somad, jadi anak remaja ini terpengaruh oleh siapa tidak jelas. Tapi yang jelas UAS tidak pernah mengajarkan bom bunuh diri apalagi mengajarkan ikut ISIS," paparnya.
Ia menyebutkan bahwa yang mengikuti ceramah Ustadz Somad di Indonesia ada jutaan orang dan mereka yang mengikuti video di Indonesia luar biasa sangat banyak.
Artikel Terkait
Roy Suryo & Dokter Tifa Gugat Jokowi di PN Solo: Ijazah Presiden Akhirnya Terbongkar?
Vidi Aldiano Muncul dalam Mimpi Ibunya: Pesan Terakhir yang Bikin Haru Setelah 21 Hari
Misteri Mayat Terbungkus Plastik di Kios Ayam Geprek Bekasi: Siapa Pelakunya?
Duel Maut Khalid bin Walid vs Hormuz: Rahasia Kemenangan Pedang Allah yang Mengejutkan di Pertempuran Rantai