Lebih lanjut, Dudung juga dianggap mencerminkan Pemimpin santri sejati yang peduli dengan orang kecil dan masyararkat bawah. Gus Fahrur lantas berharap Jenderal Dudung menggandeng pesantren untuk mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka membangkitkan semangat dan wawasan kebangsaan di kalangan santri.
“Pak Dudung sebagai seorang negarawan sekaligus sebagai santri dia bisa bikin kegiatan di pesantren, santri bela negara. Kemarin kan sudah sepak bola santri. Nah sekarang ayo kita bikin kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara santri,” paparnya.
Sementara itu, Cak Nanto mengatakan perhatian Dudung kepada anak buah patut dicontoh. KSAD dianggap sosok pemimpin yang dekat semua kalangan. Dudung akan senang ketika melihat orang lain senang dan susah ketika melihat orang lain susah.
“Saya kira kepedulian itu bagus sebagai pimpinan. Saya kira itu langkah preventif oke sebagai bentuk kepedulian,” ucup Cak Nanto.
Cak Nanto lantas berharap agar KSAD terus konsisten menjaga kedekatan dan memperhatikan kesejahteraan prajurit. Memperjuangan kesejahteraan prajurit, menurut Cak Nanto, perlu dibuatkan sebuah regulasi dan kebijakan.
“Saya kira itu langkah is oke. Itu contoh dari pimpinan peduli. Tapi, harapannya ada porsi kebijakannya sehingga ada kontinuitas. Jadi dikasih sekarang besok sudah habis. Kalau dibuat pada suatu porsi kebijakan ya malah lebih bagus ke depannya,” pungkas Cak Nanto. []
Artikel Terkait
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Dipotong, Intimidasi, hingga Klaim Palsu Cucu Menteri!