Dalam pidatonya pada Rabu, Jokowi mengatakan secara umum proyek strategis nasional ini jangan ada yang mandek apalagi mangkrak. Tapi aparat menurutnya jangan melakukan pendekatan represif.
Jokowi kepada wartawan di Pasar Kranggot, Cilegon, pada Selasa, 12 September 2023, mengatakan sudah ada kesepakatan soal Rempang bahwa warga akan diberi lahan 500 meter plus bangunan tipe 45. Ia ingin warga diajak bicara dan diberikan solusi.
Beberapa pekan belakang warga berhasil menahan petugas BP Batam untuk masuk melakukan pengukuran lahan. Karena menurut warga belum ada kesepakatan jelas hitam di atas putih.
Namun, pada Kamis pekan lalu aparat gabungan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam, memaksa masuk. Dengan spontan warga menghadang di Jembatan 4 Barelang. Bentrok tidak bisa terelakkan. Tidak hanya warga yang menjadi korban, tetapi juga murid sekolah hingga balita terkena gas air mata.
Sampai saat ini tim gabungan Rempang Eco-city sudah melakukan pendataan rumah yang akan direlokasi. Warga diminta dengan sukarela mendaftarkan rumah ke posko yang sudah disediakan.
Semua rumah yang terdampak ditargetkan sudah mendaftar paling lama tanggal 20 September 2023 ini. Direncanakan Pulau Rempang akan dikosongkan sebelum tanggal 28 September 2023.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Akhirnya Terbongkar! Kronologi 6 Bulan Perjuangan Bonatua Silalahi Dapatkan Ijazah Jokowi dari KPU
Roy Suryo Cs Gugat KUHP & UU ITE ke MK: Dituduh Pencemaran Nama Baik Gara-Gara Teliti Ijazah Jokowi
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?