Said meminta agar perencanaan dan perhitungan memperpanjang jalur kereta api cepat hingga ke Surabaya dibuat secara matang, agar tidak membebani APBN seperti pada proyek KCJB.
“Ya pelan-pelan, cari investor, jangan APBN terus. Dulu kereta cepat business to business, karena macet akhirnya ditarik ke APBN. Nah ke depan harus dihitung, cari investor yang kredibel. Supaya pembiayaannya oleh investor,” kata Said.
Soal peluang menarik investor asing dalam proyek kereta cepat hingga Surabaya ini, Said cukup optimistis. Sehingga dia meminta pemerintah tidak menyentuh APBN.
“Kalau dengan APBN, berat sekali. Karena konsentrasi APBN sekarang selain infrastruktur, kemiskinan ekstrem, dan stunting, adalah pembangunan IKN,” tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras