Kita memberikan harta kita untuk terbentuknya Indonesia, kita juga memberikan bahasa kita untuk persatuan, yaitu bahasa Indonesia yang asal muasalnya adalah bahasa Melayu. Jadi tolonglah pemerintah berhenti mengintimidasi masyarakat Melayu di Rempang,” harapnya.
Tengku Mira Sinar juga menyayangkan pernyataan Panglima TNI Yudo Margono yang menginstruksikan anggotanya agar “memiting” warga Rempang yang tidak mau digusur. Menurutnya, sikap Panglima TNI itu sangat buruk dan tidak membela rakyat.
"Saya herannya apa betul itu Panglima TNI menurunkan pasukan segitu besar untuk melakukan pembelaan terhadap negara tetapi bukan kepada masyarakat.
Baru saja satu minggu lalu panglima kita berikan penghargaan adat dari Kesultanan Serdang saat beliau datang ke Medan. Masa tidak bisa dimaknai?," ucapnya.
Meski Kesultanan Serdang dan Rempang memiliki jarak lokasi yang jauh, akan tetapi sebagai masyarakat dan sesama suku Melayu, Tengku Mira Sinar mengungkapkan ada keterikatan untuk tetap memperjuangkan dan menyuarakan penolakan pengosongan lahan dan konflik di Rempang. "Sebelum kolonial masuk pun kita memiliki ikatan historis.
Jaraknya dengan Rempang terlalu jauh ya, tapi secara historis di masa lalu itu memiliki hubungan yang sangat dekat sebagai Kerajaan Melayu masa lalu. Kejadian dan konflik ini membuat kita sangat marah. Jadi saya secara pribadi berharap pemerintah berhenti untuk mengintimidasi masyarakat Melayu yang ada di Rempang," cetusnya.
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar di Madinah, Begini Kronologi Selamatnya 24 WNI
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi