"Untuk mengantisipasi kepanikan masyaraat karena harga beras mahal, saya menghimbau agar masyarakat mulai mengganti beras swngan pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) seperti umbi-umbian, kacang dan singkong," kata Iwan, Senin 9 Oktober 2023.
Kendati demikian, Iwan mengaku pihaknya telah mendistribusikan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya di sektor pertanian.
"Kami sudah menaikkan kapasitas produksi air, lalu membagikan kepada masyarakat untuk keperluan rumah tangga mapun keperluan bidang pertanian. Langkah ini masif, tetapi baru bisa maksimal untuk kebutuhan rumah tangga," papar dia.
Selain itu, Iwan berharap wacana Impor beras dari China, bisa segera terealisasi di tengah ancaman krisis pangan beras.
"Semoga rencana import beras dari negara sahabat bisa terwujud, hingga kebutuhan akan beras bisa terpenuhi, minimal hingga akhir Tahun 2023" tutup Iwan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!